Objek Wisata Wil. Lembang

Bandung Treetop Adventure Park

Wahana wisata petualangan alam terbesar se-Asia Tenggara berada di kawasan Bumi Perkemahan Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Bandung Treetop Adventure Park (petualangan di atas pohon) ini menyediakan 8 arena circuit, 88, petualangan, dan 26 Flying Fox.

Keberadaan Bandung Treetop Adventure Park semakin menambah keanekaragaman obyek wisata alam yang ada di KBB.  Wahana ini memakai lahan yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Bandung Utara seluas 7 hektare tepatnya di petak 52 h, RPH Cilole, BKPH Lembang, KPH Bandung Utara.

Bandung Tree Top - PHRI KBB

Kawasan ini termasuk ke dalam zona pemanfaatan yang bisa digunakan sebagai obyek wisata alam. Dalam pengelolaannya dikerjasamakan dengan PT Kopeng Treetop Adventure Park. Di Indonesia arena seperti ini baru ada di tiga tempat yaitu di Bali, Salatiga, dan Lembang.

Konsep dari Treetop Adventure Park adalah memungkinkan semua orang dapat menjelajahi hutan secara aman di atas pepohonan yang tinggi dengan melewati berbagai rintangan yang beragam. Ketinggiannya dari 2 meter sampai 20 meter. Untuk melintas dari satu pohon ke pohon lainnya, harus melewati jembatan kayu, zipe line, jaring, balok keseimbangan, dsb. Seluruh fasilitas di tempat ini sudah memenuhi standar dan telah teruji di Eropa sehingga aman untuk dipergunakan.

 

Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu

Bagi anda yang berwisata ke Bandung, rasanya tidak akan lengkap jika belum berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu. Gunung yang tampak dari jauh seperti perahu terbalik sehingga diberinama Tangkuban Parahu. Di objek wisata yang berada di Kawasan Bandung Utara ini Anda akan menikmati eksotika wisata tiga kawah, Kawah Domas, Kawah Ratu, dan Kawah Upas.

Tangkuban Perahu - PHRI KBB

Berkunjung ke TWA Tangkuban Parahu tidaklah sulit. Selain jalan beraspal mulus dan berada di jalan nasional, bagi anda yang tidak membawa kendaraan pribadi tidak akan kesulitan untuk tiba di tempat ini karena akses kendaraan umum juga banyak yang melintas wilayah ini. Waktu tempuhnya sekitar 2 jam dari kota Bandung atau hanya 1 jam dari Lembang.

Jarak tempuh menuju kawah dari pintu masuk utama kurang lebih sekitar 4 KM. Sejak masuk, Anda sudah langsung merasakan suasana alam pegunungan dengan deretan hutan pinus yang sejuk dan suhu dikisaran 15 derajat celcius. Perjalanan Anda pun tidak akan menjemukan karena di sepanjang jalan yang dilewati bisa melepas pandangan sejauh mata memandang ke daratan Bandung.

Kawah Domas adalah objek wisata yang pertama kali dijumpai. Jarak tempuh dari jalan utama sekitar 1,2 KM atau sekitar 25 menit berjalan kaki. Di tempat ini bisa merasakan sensai luluran kulit dengan lumpur belerang. Bagi sebagian pengunjung khususnya wisatawan dari timur tengah (Arab) ritual luluran menjadi menu wajib di tempat ini karena mereka menganggap ada khasiat yang dirasakan terhadap kesehatan kulit pasca luluran.

Beranjak lagi ke arah puncak, Anda akan menemui terminal bus Jayagiri. Untuk mencapai Kawah Upas dan Ratu anda bisa berjalan kaki sekitar 1 KM atau menyewa mobil wisata yang disiapkan pihak pengelola. Di sinilah puncak dari ketinggian Tangkuban Parahu, karena ketika cuaca sedang bagus anda bisa melihat seluruh dataran Subang, Cirebon, hingga Indramayu.

Hamparan kawah laksana cawan raksasa yang menyimpan sejuta rahasia sangsakala legenda terkenal di Bumi Parahyangan mengenai cinta terlarang Sangkuriang kepada ibunya Dayang Sumbi. Selain menikmati panorama keindahan alam di puncak Gunung Tangkuban Parahu yang memiliki ketinggian 2.076 meter, Anda juga bisa membeli berbagai souvenir dan cendramata khas tempat ini.

Bagi wisatawan luar negeri jangan khawatir transaksi dengan penjual akan mengalami deadlock akibat bahasa. Pasalnya karena sering berinteraksi dengan wisatawan dari luar negeri para penjual di sini mahir beberapa bahasa, seperti Inggris, Arab, China, Belanda, dsb. Jadi, apakah tertarik menikmati sensasi berwisata ke tiga kawah di gunung yang menjadi icon Jawa Barat ini? Karena agenda wisata Anda tidak akan lengkap tanpa berkunjung ke Tangkuban Parahu.

 

Air Terjun Maribaya

Legenda Maribaya diambil dari nama seorang wanita cantik asal bumi parahyangan yang menjadi idaman semua pria pada jamannya. Konon, karena ingin membahagiakan Maribaya beserta anak dan para keturunannya, orang tua Maribaya melakukan tapa di Gunung Tangkuban Parahu selama tiga hari tiga malam tanpa makan.

Kemudian dia mendapatkan wangsit berupa 2 buah bokor dimana salah satu bokor di ditumpahkannya di lokasi tepat keluarnya air panas di Maribaya. Hingga kini sumber air panas itu kerap dikunjungi wisatawan dan digunakan untuk terapi pengobatan sambil menghirup segarnya udara Kawasan Bandung Utara. 

Air Terjun Maribaya - PHRI KBB

Objek wisata Maribaya hingga kini masih dikenang sebagai salah satu tujuan wisata di kawasan Lembang. Sejak diresmikan oleh Bupati Kabupaten Bandung R Lily Somantri pada 25 Oktober 1970 hingga kini eksistensi Maribaya sudah menginjak usia 40 tahun dan tetap menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Bandung Barat.

Maribaya terletak di kaki Gunung Masigit dan masuk di tiga desa yaitu Desa Langensari, Wangunharja, dan Cibodas, Kecamatan Lembang. Disekitarnya mengalir dua sungai besar yakni sungai Cigulung dan Sungai Cikawari. Sungai-sungai tersebut membentuk 3 air terjun nan elok yaitu Curug Cikawari, Curug Cigulung, dan Curug Cikoleang.

Jarak tempuh menuju tempat wisata ini hanya sekitar 22 KM dari Kota Bandung dan 5 KM dari pusat kota Lembang. Lokasinya terletak di atas ketinggian 1.000 mdpl, dengan luas area 5,5 hektare. Sebagai objek wisata alam di Maribaya terdapat sumber pemandian air panas belerang dengan suhu 20-40 derajat celcius dan temperatur udara rata-rata 10-20 derajat celcius.

Setiap tahunnya lokasi ini dikunjungi oleh pengunjung lokal maupun mancangera. Turis luar yang dominan datang ke Maribaya adalah dari Timur Tengah dan Eropa. Sebagai objek wisata yang menjual keaslian alamnya, Maribaya tetap jadi primadona bagi turis lokal khususnya dari kawasan Jabotabek. Mereka mengincar suasana yang tidak akan bisa didapatkan di kota.

Jadi bagi anda wisatawan sejati, jangan lupakan Maribaya sebagai list daftar objek wisata yang harus dikunjungi ketika ke Bandung Barat. Keindahan alamnya, air terjun, beragam souvenir dan cendramatanya  belum tentu akan Anda temui di tempat lain. Jadi siapkan diri untuk menjelajah keindahan dan keelokan wanita cantik bernama 'Maribaya'.

 

Observatorium Boscha

Boscha Observatorium - PHRI KBB

Keberadaan observatorium Boscha memang telah terbukti manfaatnya bagi dunia pendidikan. Kendati fungsinya sebagai daya dukung ilmu pengetahuan seiring berjalan waktu Boscha kini telah menjadi salah satu tujuan wisata pendidikan.

Buktinya, bukan hanya pada saat ada fenomena alam semisal gerhana matahari, bulan, atau adanya meteor jatuh, Boscha dipenuhi pengunjung. Tapi pada saat hari-hari biasa atau weekend pun, observatorium satu-satunya di Indonesia ini selalu dikunjungi para pelancong.

Berdasarkan letak geografis Boscha berada pada titik koordinat 107 37' BT dan 6 49' LS yang terletak pada bumi belahan selatan dan yang terdekat dengan khatulistiwa. Topografisnya berada di 1.300 mdpl dan 630 meter di atas dataran tinggi Bandung. Sedangkan dari aspek meteorologisnya, kecepatan angin rendah dengan temperatur minimum 16 C dan maksimal 22 C dengan cuaca umumnya cerah 150-180 malam/tahun.

Dari Geologisnya merupakan daerah hard rock keadaan tanah stabil sehingga terhindar dari pergeseran kedudukan lensa dan memiliki keleluasaan pandangan ke langit. Berdasarkan catatan sejarah, penentuan titik koordinat observatorium Boscha dimulai pada 1913 yang melibatkan ahli astronomi lokal dan dari luar negeri pada masa itu, Boscha lalu di bangun pada 1923 dan selesai pada tahun 1928.

Bagi Anda pengunjung yang datang ke tempat ini, selain bisa melihat-lihat teropong zeis besar yang dibangun pada 1923 juga dapat melihat perjalanan sejarah mengenai Boscha melalui foto-foto. Namun, teropong raksasa itu tidak bisa digunakan oleh sembarangan orang, dan pengunjung pun tidak dapat sekenanya menggunakan mengingat keperluannya digunakan untuk penelitian.

Sedangkan pengunjung bisa melihat benda ruang angka dengan teropong lain yang disediakan. Bentuk Boscha yang seperti kubah didesaian agar lensa teropong bisa keluar untuk melihat berbagai benda ruang angkasa. Bentuknya yang unik itu, lalu menjadi ciri khas dan logo Pemerintah Daerah  Kabupaten Bandung Barat.

Waktu peneropongan pun tidak bisa dilakukan setiap saat. Peneropongan biasanya dilakukan pada malam hari dan dalam sebulan pihak pengelola hanya menyediakan tiga malam. Sedangkan untuk kunjungan siang hari terdapat jadwal khusus mmulai dari Selasa sampai Sabtu dengan tiga jadwal kunjungan yaitu pukul 09.00, pukul 12.00 serta pukul 15.00. Sementara untuk Minggu libur dan Hari Senin dijadwalkan pemeliharaan teropong.

 

Bumi Perkemahan Cikole

Bumi Perkemahan (buper) Cikole Resort berlokasi di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Cikole, Lembang, Bandung Barat. Kawasan ini berada di bawah pengelolaan Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara dan termasuk ke dalam objek wisata alam petualangan karena menawarkan wisata berkemah kepada pengunjungnya.

Konsep perkemahan yang ramah lingkungan sesuai dengan PP No 6/2007 tentang tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan serta pemanfaatan hutan. Dimana kawasan Cikole adalah hutan lindung yang bisa dimanfaatkan untuk wisata alam dengan keberadaan bangunan permanennya tidak boleh melebihi 10 persen.

Memiliki luas kurang lebih 12 hektare Buper Cikole juga memiliki pemondokan  bambu yang bukan bangunan permanen dengan 36 kamar bernuansa tradisional.

Bumi Perkemahan Cikole - PHRI KBB

Konsep wisata yang diterapkan di tempat ini tetap memperhatikan kaidah lingkungan dalam pengembangan konsep wisata yang berbasis eko wisata dan pendidikan. 

Berada di kawasan Lembang yang identik dengan pariwisata, buper Cikole dikelilingi oleh hutan pinus yang rindang. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk dengan suhu rata-rata antara 12-25 derajat celcius dan curah hujan 4.000 mm/tahun membuat kawasan ini menjadi surga bagi pengunjung yang ingin mencari wisata berkonsep back to nature.

Kondisi bentang alam di Buper Cikole adalah berbukit-bukit sesuai dengan kontur tanah asli di wilayah ini. Di dalam kawasan terbagi menjadi lima blok perkemahan masing-masing Blok A, B, C, D, dan E. Tempat ini buka 24 jam dengan dilengkapi sarana pendukung seperti MCK, kolam, pondokan khusus untuk outboun, api unggun, dan selter/saung, lapangan. Buper Cikole bisa jadi salah satu pilihan bagi Anda dan keluarga untuk berwisata sekaligus menanamkan kedisiplinan.

Kawasan Bandung Utara tidak hanya dikelilingi oleh gunung dan perkebunan teh. Tapi juga terdapat sebuah situ yang sangat indah bernama Situ Lembang yang lokasinya masuk ke dalam wilayah Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Bisa jadi belum semua orang mengetahui keberadaan situ ini karena lokasinya yang sangat tersembunyi berada di balik gunung. Situ Lembang merupakan kaldera dari letusan Gunung

Sunda sekitar 2-3 juta tahun yang lalu dan terletak di antara Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Sunda.

Akses masuk ke lokasi ini memang tidak mudah. Selain itu karena kawasan di sekitar Situ Lembang menjadi tempat latihan Kopassus maka tidak semua orang bisa mengakses langsung ke tempat ini. Kalaupun bisa harus ada izin resmi mengingat di lokasi ini pun kerap digelar kegiatan akbar yang berkaitan dengan alam atau militer.

Jika berkesempatan ke tempat ini maka Anda akan menyaksikan hamparan air Situ Lembang yang sangat luas. Karena lokasinya yang berada di ketinggian, sekitar 1.567 meter di atas permukaan laut (mdpl), maka tidak jarang kabut menyelimuti kawasan ini. Hal itu yang menjadi salah satu keagungan tempat ini karena selain hawanya yang sejuk, airnya yang jernih serta segar, di sekeliling situ pun berderet ribuan pohon pinus yang menghijau.

Air dari Situ Lembang menjadi suplai utama air bersih bagi wilayah di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Sumber airnya berasal dari Gunung Burangrang yang bersih dan tak pernah menyusut walaupun saat kemarau membuat Situ Lembang menjadi anugrah dan aset kehidupan bagi ratusan ribu manusia di kawasan sekitarnya.

Bagi yang ingin mengakses ke tempat ini bisa melalui Jalan Cihideung atau Cimahi. Jika tak kesampaian untuk masuk ke Situ Lembang, Anda tetap bisa menikmati segarnya udara di tempat ini atau berkunjung ke Curug Tilu yang tidak kalah indahnya. Air yang mengalir di curug ini pun berasal dari Situ Lembang, yang pengelolaannya dipegang oleh Perhutani KPH Bandung Utara.