Sejarah

Perjalanan sejarah kepariwisataan di Indonesia sudah di mulai sejak lama. Catatan literatur menerangkan pasca kemerdekaan, berbagai peristiwa yang bernuansa pariwisata banyak digelar. Termasuk berdirinya beragam organisasi yang berhubungan dengan sektor pariwisata.

Di tahun 1947 pemerintah mendirikan perusahaan negara Hotel Negara dan Tourisme (HONET) di lingkungan Kementrian Perhubungan untuk mengelola hotel-hotel bekas milik Belanda. Kemudian pada 1953, perhatian pihak swasta terhadap kepariwisataan Indonesia mulai timbul dengan berdirinya Serikat Gabungan Hotel dan Tourisme Indonesia (Serghati).

Berikutnya di tahun 1955 Yayasan Tourisme Indonesia (YTI) & Bank Industri Negara mendirikan National Hotels and Tourism LTD. Tugasnya yaitu mengelola Hotel Simpang Surabaya, Hotel Bali Denpasar, Kuta Beach Hotel di Kuta Bali, Shindu Beach Hotel di Sanur Bali dan Hotel Numbai Jayapura.

Setahun berikutnya pemerintah menyelenggarakan Pekan Raya di Jakarta yang di sebut Tourism and Entertainment Fair yang dipimpin oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Lalu pada 12-14 Januari 1957 di Bogor diselenggarakan Musyawarah Nasional Tourisme I yang melahirkan Dewan Tourime Indonesia (DTI) sebagai pengganti Yayasan Tourisme Indonesia. Kemudian ditindaklanjuti dengan diselenggarakannya Musyawarah Nasional Tourisme II pada 1958 di Tretes, Jawa Timur, yang melahirkan istilah pariwisata sebagai pengganti tourisme.

Pada awalnya pengembangan kepariwisataan Indonesia ditangani oleh Departemen Pariwisata Indonesia dengan menterinya dijabat oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Tahun 1966 Pemerintah membentuk Hotel Indonesia International (PT HII) dengan tugas mengelola hotel-hotel Negara yang didirikan pada tahun 1962 yaitu Hotel Indonesia, Ambarukmo, Samudra Beach Hotel dan Bali Beach Hotel.

Juga turut dibentuk Lembaga Kepariwisataan Republik Indonesia (Gatari) menggantikan Departemen Pariwisata. Kemudian pada 7 Desember 1966, Gatari diubah menjadi Lembaga Pariwisata Nasional (LPN) yang diketua oleh Brigjen Subroto Kusmardjo. Hal itulah yang menjadi cikal bakal dari berkembangnya dunia kepariwisataan di Indonesia seperti yang bisa dilihat sekarang ini. 

Periodisasi tahun 1960-1970 merupakan awal pemantapan pengembangan kepariwisataan di Indonesia. Hal itu terlihat dengan dibentuknya berbagai lembaga yang menangani kepariwisataan baik ditingkat pusat maupun daerah. Seperti pada 8 Februari 1969, dibentuk Indonesian Tourists Hotels Association (ITHA), kemudian berubah menjadi Indonesia Hotels and Restaurant Association (IHRA) atau Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang eksistensinya tetap bertahan sampai sekarang.